KH. Dahclan Salim Zarkasy
Sejarah perkembangan islam sering di
identikkan dengan perkembangan baca tulis al-Qur’an, artinya didaerah
dimana islam telah dipeluk oleh masyarakat disitu kemampuan baca tulis
al-Qur’an memiliki kemapanan. Hal ini mungkin bisa terjadi sejauh
masyarakat itu terdiri atas penduduk yang turun temurun telah berbahasa
arab.
Sejak islam berkembang melintasi wilayah
ajam ( suku bangsa non arab ), maka ilmu mempelajari al-Qur’an baik
dalam konteks membaca al-Qur’an berkembang majemuk dan bervariasi, hal
tersebut yang melatar belakangi munculnya berbagai macam metode membaca
al-Qur’an terutama di Indonesia ini. Seperti kita ketahui bahwa metode
membaca al-Qur’an di negara kita berjumlah ±73 metode dengan urutan :